Senin, 21 Oktober 2013

hay,, namaku elfa helvina,aku bisa dipanggil elfa. ceritaku ini berawal dari aku kelas 1 smp. aku mempunyai sahabat terdiri dari 2 orang anak, yaitu shinta dan adi. adi adalah salah satu cowo yang paling dekat denganku.
awalnya aku beranggapan bahwa adi itu sahabat yang paling care sama aku, karena dia selalu menemaniku di saat suka dan duka. karena rumah kita berdekatan, kita juga sering pulang bareng dan satu angkot. tetapi lama-kelamaan aku merasakan adanya rasa kepadanya.
tetapi aku merasa, aku tidak pantas untuknya, karena dia adalah sahabatku.tetapi saat aku bertanya kepada shinta soal adi, ternyata adi suka dengan seseorang. saat mendengar seperti itu, hatiku merasa sangat sedih dan hatiku sakit sekali.
sekarang aku coba untuk menjauhi adi, setiap adi mengajakku berbicara aku hanya diam saja. kejadian ini berlanjut sampai aku kelas 3 smp.
pada saat kelas 3 smp aku tidak sekelas lagi dengannya.pada waktu itu shinta mulai bertanya padaku tentang masalah aku dan adi.
“fa,kalian berdua sebenarnya ada masalah apa sih,,?”tanya shinta.
“ kita nggak ada masalah apa-apa,” jawabku. 
“yakin,,? Kalian nggak ada masalah, kalau ada masalah ngomong aja sama aku. Mungkin aku bisa menyelesaikan masalah ini..?.” 
“ sebenarnya ada, tetapi masalah ini sudah lama, dari kita kelas 1 smp.” jawabku. 
“emang apa masalahnya ?”. 
“sebenarnya dulu itu aku suka sama adi. Tapi saat kamu ngomong sama aku kalau adi suka sama seseorang, hatiku sangat sakit sekali.nahh,, dari situ aku mulai menjauhi adi.” 
“ya ampu,,,nn ?, masalah itu toh. Hmm,,sebenarnya adi itu dulu juga suka sekali sama kamu,sampai dia mau ngomong tentang perasaannya ke kamu.” 
“oh ya,,,?”.
Pada saat shinta ngomong kalau adi suka sama aku, aku langsung minta ke shinta nomor handphonnya adi. Setelah aku mendapatkan nomornya, aku langsung sms adi untuk minta maaf dengannya. Ternyata adi mau memaafkan aku, aku sangat senang sekali adi mau memaafkan aku.
Walaupun sekarang adi tidak suka lagi sama aku. Tapi aku tetap berjuang untuk mendapatkan hatinya adi. tapi ternyata perjuanganku itu hanya sia-sia, sekarang adi memang benar-benar tidak suka lagi denganku, adi hanya menganggapku sebagai teman. Sekarang aku merasa sangat kecewa, perasaanku sangat hancur.
Aku berfikir kenapa aku dulu nggak ngomong langsung aja sama adi, kalau aku suka sama dia. Tapi kalau mau ngomong sama dia aja bawaannya pasti deg-degan. Memang susah jadi cewe kalau suka sama orang itu nggak bisa bilang cuma bisa diem.

inilah sebuah regrets love, sebuah penyesalan pasti datangnya di akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar